Banyaknya Jumlah Penderita Hepatitis di Indonesia

Posted by on January 5, 2014 in Featured | 1 comment

Banyaknya Jumlah Penderita Hepatitis di Indonesia

Tersebarnya penyakit hepatitis dikarenakan penyakit ini termasuk penyakit yang mudah menular. Cara penularannya bermacam-macam, bisa melalui kontak seksual, jarum suntik atau dari ibu ke bayi yang sudah terinfeksi virus hepatitis.

Penyakit hepatitis umumnya disebabkan oleh virus yang menyerang hati atau liver. Walau gaungnya tak sekencang HIV atau flu burung, ternyata pengidap penyakit ini di Indonesia cukup banyak. Bahkan jika ditotal, jumlahnya bisa mencapai 3 kali lipat penduduk Jakarta.

Jumlah penduduk Indonesia yang mengidap hepatitis B dan C diperkirakan sekitar 28 juta orang. Jumlah ini apabila dikumpulkan bisa memenuhi 3 kali lipat dari luas Jakarta.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan menemukan bahwa di Indonesia, sekitar 9,4 persen penduduk atau sekitar 23 juta jiwa terinfeksi hepatitis B. Sedangkan yang terinfeksi hepatitis C ada sekitar 2 persen atau sekitar 4 – 5 juta jiwa.

Jika ditotal, jumlah orang yang terinfeksi hepatitis B maupun C adalah sebanyak 28 juta jiwa, atau hampir 3 kali lipat penduduk Jakarta yang berjumlah 10 juta jiwa. Bahkan pada orang yang terinfeksi hepatitis C saja, jumlahnya menyamai total penduduk Singapura, yaitu 5 juta jiwa. Untungnya, tak semua orang yang terinfeksi butuh pengobatan.

Berbeda dengan hepatitis A yang tergolong penyakit yang cukup ringan, hepatitis B dan C dapat berlanjut pada kerusakan hati parah hingga memicu kanker hati. Kedua jenis hepatitis ini juga seringkali tidak menimbulkan gejala, kecuali jika hati sudah kelewat rusak parah.

Kerusakan hati yang ditimbulkan akibat infeksi hepatitis B dan C berkembang secara bertahap. Biasanya muncul infeksi akut, lalu terjadi infeksi kronis atau menahun, barulah kemudian muncul sirosis hati yang berujung pada kegagalan fungsi hati hingga kanker.Gambar Banyaknya Jumlah Penderita Hepatitis di Indonesia

Sebanyak 50 persen di antaranya berkembang menjadi kronis dan 10 persen sisanya berkembang menjadi kanker hati. Uniknya, hati masih dapat berfungsi dengan baik walaupun hanya 30 persen yang normal. Inilah yang membuat penyakit hati seringkali tak menimbulkan gejala. Kebanyakan pasien baru menyadari kerusakan hati setelah dalam keadaan sulit diobati.

Sumber : health.detik

1 Comment

  1. Sangat bermanfaat nih info….

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *