Beberapa Penyebab Hepatitis B

Posted by on October 22, 2013 in Info Hepatitis B | 0 comments

Gaya hidup yang sembrono menjadi penyebab hepatitis B menjangkiti seseorang. Sebab virus hepatitis B termasuk yang mudah menular kepada orang lain. Penularannya bisa melalui tranfusi darah, jarum suntik yang digunakan bersama-sama, atau bahkan alat kebersihan yang dilakukan bersama-sama seperti sikat gigi, handuk dan lain sebagainya.

Beberapa Penyebab Hepatitis BHepatitis B adalah penyakit hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B adalah salah satu penyakit hepatitis yang paling umum dari hepatitis virus, jenis hepatitis lainnya adalah hepatitis A, B, C, D, dan E. Namun penyakit hepatitis B memiliki penyebab lain, termasuk penggunaan obat-obatan, mengonsumsi minuman beralkohol dalam jangka panjang, timbunan lemak di hati, dan paparan bahan kimia tertentu.

Bagaimana Virus Hepatitis B Bisa Tersebar?

Virus hepatitis B menyebar melalui darah, air mani, atau cairan vagina (termasuk darah haid) dari orang yang terinfeksi virus hepatitis B dan masuk ke tubuh orang lain yang tidak terinfeksi. Pada umumnya virus hepatitis B masuk ke dalam tubuh orang yang normal terjadi dengan beberapa cara, yaitu:

  • Hubungan seksual yang tidak aman

Virus hepatitis B masuk ke dalam tubuh seseorang salah satunya dengan cara berhubungan seksual yang tidak aman. Setelah virus hepatitis B berada di dalam tubuh, virus beristirahat pada lapisan rektum, vagina, uretra, atau mulut. Di Amerika Utara, risiko yang paling sering terjadi dalam penyebaran virus hepatitis B adalah adanya kontak seksual dengan penderita penyakit hepatitis B.

  • Menggunakan jarum suntik secara bersama-sama

Orang-orang yang berbagi jarum dan peralatan lainnya (seperti kapas, sendok, dan air) yang digunakan untuk menyuntikkan obat-obatan terlarang menjadi penyebab hepatitis B menyebar diantara para pengguna jarum suntik. Karena itu hindari penggunaan jarum suntik secara bersamaan, walaupun jarum suntik yang digunakan untuk kesehatan.

  • Pekerjaan tertentu, seperti ahli laboratorium

Orang yang mempunyai pekerjaan dalam menangani darah seperti ahli laboratorium, yang terbiasa mengambil sampel darah bagi para pasien penyakit tertentu, bisa menjadi indikator tersebarnya virus hepatitis. Petugas kesehatan yang seperti ini beresiko terinfeksi virus jika mereka tidak sengaja tertusuk oleh jarum yang digunakan atau alat tajam lainnya yang terkontaminasi dari darah orang yang terinfeksi. Infeksi juga dapat terjadi jika petugas kesehatan terkena percikan darah dari orang yang terinfeksi yang mengenai mata, mulut atau kulit yang luka.

  • Ketika melahirkan

Ibu hamil yang terinfeksi virus hepatitis B dapat dipastikan bayinya tertular virus hepatitis B. Bayi yang baru lahir tertular virus hepatitis B dari ibunya ketika persalinan. Karena saat bayi lahir, terjadi kontak cairan antara ibu dengan bayinya. Walaupun begitu menyusui tidak menularkan virus dari seorang ibu yang memiliki virus hepatitis B kepada anaknya.

  • Pernak-pernik tubuh seperti tato dan tindik

Ketika ditindik atau ditato, jarum yang digunakan dapat menjadi penyebab hepatitis B menyebar. Hal itu terjadi jika jarum yang digunakan tidak dibersihkan (steril), karena itu alangkah baiknya jika hendak memasang tato atau tindik, gunakan jarum suntik yang baru dan steril dari virus apapun, agar terhindar dari berbagai macam penyakit.

  • Menggunakan alat kebersihan secara bersama-sama

Pisau cukur dan sikat gigi bisa menjadi penyebab hepatitis B menyebar dilingkungan kita. Hal ini jika pisau cukur dan sikat gigi digunakan bersama-sama. Karena pada sikat gigi dan pisau cukur terkadang tersisa darah, darah inimah yang dapat menyebarkan virus, apalagi jika darah ini termasuk darah yang terkontaminasi. Karena itu jika berhubungan dengan alat kebersihan pribadi, sebaiknya digunakan sendiri saja, tidak digunakan bersama-sama.

Di masa lalu, transfusi darah menjadi penyebab hepatitis B menular kepada banyak orang, terutama yang sudah menggunakan atau cuci darah. Transplantasi organ juga bisa menjadi penyebab hepatitis B menyebar. Namun, hari ini semua darah yang didonorkan dan organ tubuh yang didonorkan di beberapa negara harus disaring terlebih dahulu dan dibebaskan dari virus, sehingga sangat tidak mungkin bahwa Anda bisa terinfeksi dari virus melalui transfusi darah atau transplantasi organ.

Gejala dan Masa Inkubasi Virus Hepatitis B

Gejala hepatitis B biasanya muncul antara 60 sampai 90 hari (meskipun mereka bisa muncul 45-180 hari) setelah terinfeksi oleh virus hepatitis B (masa inkubasi). Darah, air mani, cairan vagina, dan (termasuk darah haid), baik segar atau kering, sangat menular (virus hepatitis B bisa dengan mudah menyebar) selama periode ini dan selama beberapa minggu setelah timbulnya gejala. Darah yang mengandung virus, dapat menyebar apabila:

  • Darah mengandung virus hepatitis B yang sangat banyak,
  • Darah dan cairan tubuh lainnya yang mengandung virus hepatitis B tetap dapat menular setidaknya selama satu minggu dan bisa jadi lebih lama, bahkan jika darah tersebut kering.

Pasien dengan penyakit hepatitis B kronis seringkali terlihat sehat dan tidak terlihat adanya penyakit. Bahkan seringkali mereka tidak menunjukkan gejala hepatitis B. Karena itu ketika hepatitis B nya kambuh, sering sudah tidak tertolong lagi. Penderita hepatitis B terutama yang kronis biasanya hanya gejala seperti kelelahan, anoreksia, mual, nyeri ringan atau ketidaknyamanan pada hati.

Sebenarnya sebagian besar penderita hepatitis B sama dengan penderita hepatitis lainya, namun yang membedakan adalah ketika penyakit hepatitis B sudah menjadi kronis. Seringkali jika sudah kronis, tidak memiliki gejala yang pasti, bahkan tidak terlihat seperti gejala. Biasanya gejala hepatitis B terjadi 6 minggu sampai 6 bulan atau paling sering 3 bulan. Setelah terjadi gejala hepatitis B selanjutnya hanya terlihat sakit ringan seperti demam ringan, flu, mual, kehilangan nafsu makan, muntah, kelelahan, serta otot dan sendi terasa nyeri. Ada beberapa pasien yang memiliki gejala hepatitis B seperti penyakit kuning (jaundice) dan urin gelap.Gambar Beberapa Penyebab Hepatitis B

Hal tersebut menjadi patokan untuk mengetahui gejala hepatitis B yang dilakukan dokter jika terdapat pasien yang mencurigai terkena gejala hepatitis B. Untuk gejala hepatitis B kronis memiliki gejala yang serupa dengan gejala hepatitis B akut. Namun banyak orang yang menderita hepatitis B kronis puluhan tahun dan tidak terlihat gejala hepatitis B. Oleh sebab itu Anda sangat memerlukan pencegahan hepatitis B dan lakukan pemeriksaan tes darah untuk mengetahui fungsi hati atau mengetahui apakah terdapat kerusakan hati.

Pencegahan Hepatitis B

Salah satu cara untuk mencegah hepatitis B adalah dengan melakukan vaksinasi hepatitis B. Vaksinasi ini sebaiknya dilakukan saat masih kecil, agar vaksinasinya bisa lebih baik. Biasanya bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi hepatitis B, harus segera divaksinasi dan paling lambat seminggu setelah dilahirkan. Hal ini dilakukan untuk menghindari bayi terkena virus hepatitis B saat imun tubuhnya belum sempurna. Selain dengan vaksinasi, gaya hidup sehat bisa menjadi cara paling ampuh dalam pencegahan hepatitis B. Salah satu cara gaya hidup sehat adalah dengan menghindari penyebab hepatitis B seperti tidak menggunakan alat kebersihan secara bersama-sama.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *