Cara Pencegahan Hepatitis B

Posted by on October 22, 2013 in Info Hepatitis B | 0 comments

Pencegahan Hepatitis B harus segera dilakukan jika di lingkungan Anda terdapat penderita hepatitis B. Sebab penyakit hepatitis B ini termasuk salah satu penyakit yang mudah menular. Penularan penyakit hepatitis B termasuk yang mudah, misalkan hanya karena menggunakan alat mandi bersama-sama dengan penderita hepatitis B, Anda bisa langsung tertular penyakit ini.

Cara Pencegahan Hepatitis BTerdapat beberapa strategi dasar dan utama utama untuk pencegahan hepatitis B. Pada negara maju, strategi efektif dapat dilakukan dengan mengubah perilaku seksual dan meningkatkan skrining darah. Sedangkan pada negara berkembang seperti Indonesia, dimana bayi yang baru lahir dan anak- anak yang dalam masa pertumbuhan memiliki resiko tinggi untuk terinfeksi, cara paling efektif dilakukan dengan imunoprofilaksis, baik aktif maupun pasif.

Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB), suatu anggota famili Hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Mula-mula dikenal sebagai “serum hepatitis” dan telah menjadi epidemi pada sebagian Asia dan Afrika. Hepatitis B telah menjadi endemik di Tiongkok dan berbagai negara Asia.

Jika dilihat dari definisi mengenai apa itu penyakit hepatitis B, kita bisa mengetahui betapa berbahayanya penyakit hati yang satu ini. Dengan beragam model cara hepatitis B menular, kita juga dibuat agak merinding. Lumayan sakti ternyata penyakit yang membunuh rata-rata 350 juta orang pertahun di seluruh dunia ini.

Yang paling penting untuk dicermati adalah siapa sajakah orang-orang yang beresiko tertular penyakit hepatitis B?

Orang-orang yang beresiko tertular penyakit hepatitis B diantaranya adalah:

  • Orang dengan perilaku seksual beresiko tinggi
  • Berhubungan / kontak erat dengan anggota keluarga yang menderita hepatitis B
  • Pemakaian obat-obatan narkoba suntik
  • Pasien penerima transfusi darah
  • Resiko pekerjaan yang berhubungan dengan penyakit hepatitis B, termasuk petugas kesehatan
  • Turis yang bepergian ke daerah endemis hepatitis B

Lalu, adakah cara pencegahan hepatitis B ini? Atau apa yang harus kita lakukan supaya tidak tertular Hepatitis B?

Pada dasarnya hepatitis B bisa dicegah. Secara mudah kita pecah pencegahan hepatitis B ini menjadi tiga bagian, yaitu:

  • Pertama, dengan perlindungan diri dari tindakan yang membuat kemungkinan tertular semakin besar, misalnya berganti-ganti pasangan seksual, memakai jarum suntik bergantian, dan kegiatan lain yang membuat kita bersinggungan secara langsung dengan penderita dan/atau berkontak langsung dengannya. Masalahnya, ketiga jenis Hepatitis tidak dengan segera memunculkan gejala. Maka, berhati-hati adalah tindakan pencegahan hepatitis B yang tepat.
  • Kedua, imunisasi atau disebut dengan Imunoprofilaksis pasif. Imunoprofilaksis pasif ini dilakukan dengan Imunoglobulin hepatitis B (HBIG), yang merupakan larutan steril yang mengandung antibodi yang dapat melawan  hepatitis B. HBIG ini diambil dari darah donor yang telah mempunyai antibodi terhadap hepatitis B dan digunakan sebagai imunoprofilaksis pasif. Imunoprofilaksis pasif ini digunakan dalam 4 keadaan, yaitu ketika bayi baru lahir dari ibu yang terinfeksi hepatitis B; setelah terpapar jarum suntik; setelah berhubungan seksual; dan setelah transplantasi hepar. Imunoprofilaksis diwajibkan pada bayi yang terlahir dari ibu yang positif HBsAg.
  • Ketiga, pemberian vaksinasi. Sejak tahun 1982, vaksin hepatitis B merupakan   vaksin pertama untuk melawan kanker pada manusia. Vaksin ini diperoleh dari plasma maupun melalui teknologi rekombinasi DNA dan telah terbukti aman dan efektif. Sampai saat ini telah lebih dari 1 triliun vaksin digunakan. Tidak terdapat efek samping yang serius setelah pemberian imunisasi ini. Efek samping yang sering terjadi berupa rasa nyeri ditempat suntikan dan demam ringan yang dapat hilang dalam 1-2 hari.

Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah seberapa efektifkah imunisasi Hepatitis B Immune Globulin (HBIG) sebagai cara pencegahan Hepatitis B?

Pada metode perlindungan pasif, anti-Hbs, yang adalah antibodi-antibodi specific terhadap HBsAg diberikan. Preparat yang tersedia dari antibodi-antibodi specific dikenal sebagai hepatitis B immune globulin atau HBIG (BayHep B). HBIG terbentuk dari plasma (suatu produk darah) yang diketahui mengandung suatu konsentrasi yang tinggi dari antibodi-antibodi permukaan hepatitis B (hepatitis B surface). Perlindungan pasif biasanya diberikan sebagai cara pencegahan hepatitis B terhadap seseorang yang peka atau mudah tertular virus hepatitis B.

Jika diberikan dalam 10 hari dari paparan pada virus, HBIG adalah hampir selalu berhasil dalam mencegah infeksi virus hepatitis B. Bahkan jika diberikan sedikit lebih telat, bagaimanapun, HBIG mungkin mengurangi keparahan dari suatu infeksi virus hepatitis B. Perlindungan terhadap virus hepatitis B berlangsung/bertahan untuk kira-kira tiga minggu setelah HBIG diberikan. Tidak ada kasus-kasus yang didokumentasikan dari penularan HIV yang telah dikaitkan dengan pemberian HBIG.

Lalu bagaimanakah dengan  vaksinansi hepatitis B, apakah cukup efektif?

Untuk perlindungan aktif seperti vaksinasi, suatu antigen virus hepatitis B yang tidak berbahaya diberikan untuk menstimulasi sistim imun tubuh untuk menghasilkan antibodi-antibodi yang melindungi terhadap virus hepatitis B. Vaksin dengan demikian mencegah infeksi virus hepatitis B. Vaksin-vaksin virus hepatitis B yang pertama diturunkan dari plasma yang disatukan (gabungan) yang diperoleh dari orang-orang dengan tingkat-tingkat HBsAg yang tinggi. Vaksin-vaksin yang sekarang tersedia di Amerika dibuat (disintesis) menggunakan teknologi penggabungan-ulang (recombinant) DNA (menggabungkan segmen-segmen DNA). Vaksin-vaksin recombinant hepatitis B ini (Energix-B dan Recombivax-HB) dikonstrusikan mengandung hanya bagian dari HBsAg yang sangat berpotensi dalam menstimulasi sistim imun untuk menghasilkan anti-HBs. Vaksin tidak mengandung komponen virus lainnya dan tidak menular (tidak menyebabkan infeksi).Gambar Cara Pencegahan Hepatitis B

Bagaimana cara pencegahan hepatitis B dari ibu ke bayi yang baru dilahirkan?

Pre-natal immunoprophylaxis penting sekali dilakukan sebagai cara pencegahan hepatitis B dari ibu ke bayi yang baru dilahirkan. Pada satu situasi, jika bayi dilahirkan oleh seorang ibu yang diketahui adalah HBsAg positif, bayi harus menerima HBIG waktu lahir atau dalam 12 jam kelahiran.

Pada situasi yang lain, jika ibu tidak disaring sebelumnya untuk HBsAg dan ditemukan positif setelah melahirkan, bayi harus menerima HBIG sesegera mungkin, tidak lebih telat dari satu minggu setelah kelahiran. Pada kedua situasi, bayi harus juga diberikan vaksin hepatitis B (recombinant); menerima dosis pertama waktu kelahiran (dalam 12 jam), yang kedua waktu 1 bulan (tidak lebih telat dari 2 bulan), dan ketiga waktu 6 bulan.

Demikian beberapa cara pencegahan hepatitis B yang dilakukan dengan perlindungan secara aktif maupun pasif. Semoga dengan mengetahui itu semua, kita bisa terhindari dari bahaya penyakit ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *