Hepatitis B Lebih Berbahaya Dari HIV

Posted by on February 19, 2014 in Info Hepatitis B | 0 comments

Hepatitis B Lebih Berbahaya Dari HIV

Masih banyak orang yang tidak mengetahui perbedaan antara hepatitis B dengan HIV. Kebanyakan masyarakat memandang bahwa HIV itu lebih berbahaya dibanding hepatitis B. Padahal sebaliknya, virus hepatitis B lebih berbahaya dari virus HIV. Bahkan resiko terinfeksi virus hepatitis B itu 100 kali lipat lebih tinggi dibanding HIV.

Hepatitis B Lebih Berbahaya Dari HIVHepatitis B dan HIV

Penyebaran hepatitis B makin rawan di negara endemi. Dicatat Badan Kesehatan Dunia (WHO), dari 6 miliar penduduk bumi, 2 miliar diantaranya atau sebanyak 30 persen positif terinfeksi hepatitis B. Dan berdasarkan peta sebaran hepatitis B yang dibuat WHO pula, Indonesia termasuk negara dengan tingkat infeksi sedang sampai sampai tinggi.

Tingkat infeksi hepatitis B dinyatakan rendah jika hanya diidap kurang dari 2 persen penduduk. Sedang antara 2-8 persen dan jika lebih dari 8 persen, artinya sebaran virus hepatitis B di suatu tempat termasuk tinggi.

Di Indonesia, untuk daerah di pulau jawa yang terinfeksi Hepatitis B di bawah 8 persen. Namun untuk luar Jawa mencapai lebih dari 8 persen. Itulah kenapa Indonesia masuk negara endemi hepatitis B sedang sampai tinggi.

Untuk membuktikan secara lebih riil mengenai sebaran hepatitis B di Indonesia, pada tahun 2007 Departemen Kesehatan melakukan riset kesehatan dasar dengan melibatkan 10 ribu sampel. Hasilnya, 9,4 persen dari sampel tersebut positif terinfeksi hepatitis B.

Mengingat bahaya yang ditimbulkan oleh hepatitis B ini, Indonesia bersama Brazil pun mempelopori gerakan peduli infeksi hepatitis B sehingga kemudian ditetapkan bahwa tanggal 28 Juli merupakan hari hepatitis B sedunia. Diharapkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit ini juga meningkat.

Lantas, apa yang membuat virus ini sedemikian berbahaya? Menurut para ahli kesehatan hal ini dikarenakan sebarannya sangat tinggi, sementara kita tidak tahu siapa saja di sekeliling kita yang mengidap hepatitis B. Penderita sendiri tak jarang juga tidak menyadari kalau mereka sudah terinfeksi. Ini sangat berbahaya karena dampak terburuk dari virus ini bisa mengakibatkan kanker hati.

Mengingat hati merupakan salah satu organ paling vital yang dimiliki oleh manusia dengan fungsi utama menyaring racun dalam tubuh, bisa dibayangkan apa jadinya jika hati sudah rusak.

Penularan atau transmisi hepatitis sendiri dibagi menjadi dua yaitu vertikal transmisi dan horizontal transmisi. Vertikal transmisi terjadi jika seorang ibu menderita hepatitis B sehingga pada saat melahirkan sangat besar peluangnya ditularkan kepada si anak. Ini merupakan jenis transmisi yang paling sering terjadi. Karena itulah di Indonesia, setiap bayi yang baru lahir harus mendapatkan suntikan anti hepatitis.

Sedangkan horizontal transmisi adalah penularan yang terjadi antara orang dengan orang melalui media antara lain transfusi darah, jarum suntik yang digunakan lebih dari satu orang, dan hubungan seksual.

Berdasarkan jumlah muatan virus dan kemampuan menyalurkan, yang beresiko tertinggi adalah penularan lewat darah baik itu transfusi, jarum suntik maupun luka terbuka. Yang tergolong sedang adalah penularan melalui cairan vagina (saat berhubungan seksual) dan air liur atau saliva.

Yang juga punya potensi untuk menularkan hepatitis B adalah keringat, air susu dan air mata. Hanya saja potensinya memang sangat kecil. Untuk itu, dalam melakukan transfusi darah, penggunaan jarum suntik berhubungan seks apalagi di luar nikah dan lain sebagainya perlu hati-hati.

Pengobatan Hepatitis B

Untuk memastikan bahwa seseorang menderita penyakit hepatitis B adalah hanya dengan cara tes laboratorium (apakah seseorang postif atau tidak HBsAg-nya). Karena itu, untuk membuktikan bahwa seseorang sudah sembuh dan terbebas dari penyakit hepatitis B juga, harus dengan tes laboratorium. Apabila anda memang mengidap virus hepatitis B, jangan sungkan untuk memulai pengobatan secepatnya dan melakukan pola hidup sehat. Apapun jenis pengobatan hepatitis B yang anda pilih, lakukanlah dengan sepenuh hati dan berkesinambungan serta jangan lupa untuk terus memantau perkembangan virus hepatitis B yang berada dalam tubuh anda.

Semoga artikel kesehatan ini berguna bagi kita semua, Salam Sehat Selalu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *