Infeksi Virus Hepatitis B

Posted by on October 22, 2013 in Info Hepatitis B | 0 comments

Virus Hepatitis B merupakan virus penyebab penyakit hepatitis B. Penyakit hepatitis B sendiri termasuk penyakit yang mudah menular. Penularan penyakit hepatitis B seringkali terjadi pada orang yang terbiasa menggunakan alat pribadi secara bersama-sama, melalui tranfusi darah, seks bebas dan lain-lain. Untuk mengetahui lebih banyak tentang virus hepatitis B, mari kita simak tanya jawab di bawah ini:

Apa itu penyakit hepatitis B?

Infeksi Virus Hepatitis BIstilah hepatitis adalah istilah dalam bahasa yunani untuk peradangan hati. Penyakit hepatitis B disebabkan oleh virus yang disebut virus hepatitis B (HBV). Selain hepatitis B, ada jenis lain yaitu hepatitis A dan hepatitis C. Diantara ketika jenis hepatitis tersebut, penyakit hepatitis B termasuk yang paling berbahaya, karena bisa menyebabkan kematian.

Bagaimana cara penularan virus hepatitis B?

Virus hepatitis B bisa menyebar dan menular kepada orang lain dengan berbagai macam cara, diantaranya:

  • Melalui kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi, transfusi darah yang terinfeksi atau menggunakan jarum yang sudah terkontaminasi, baik melalui menyuntikan obat, atau melalui penggunaan jarum tatoo, pecandu atau jarum akupuntur
  • Melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi
  • Dari seorang ibu hamil kepada anaknya ketika persalinan
  • Virus hepatitis B bisa juga ditularkan oleh para pekerja kesehatan seperti dokter, perawat, yang didapat dari suntikan jarum yang sudah terkontaminasi
  • Virus hepatitis B sangat menular karena itu terkadang tidak ada faktor risiko yang jelas.

Virus hepatitis B umumnya menular pada para pengguna narkoba, pria homoseksual, imigran dari negara-negara di Asia dan Asia Tenggara (dimana penyakit hepatitis B sangat umum) dan pasangan seksual mereka.

Apa saja yang menjadi gejala penyakit hepatitis B?

Gejala biasanya timbul setelah dua sampai enam bulan seseorang tertular virus hepatitis B, masa ini disebut juga dengan masa inkubasi. Gejala awalnya terkadang ringan seperti nafsu makan yang menurun, sering terasa mual, sakit otot dan persendian, dan terkadang demam ringan.

Selanjutnya gejala bertambah parah dan terlihat jelas seperti menguningnya warna kulit, selaput lendir, dan putih mata (jaundice, ikterus), tinja berwarna lebih terang sedangkan warna urin menjadi lebih gelap. Setelah gejala tersebut diobati, biasanya penderita penyakit hepatitis B akan merasa membaik. Walaupun begitu virus hepatitis B tidak hilang, melainkan masih di dalam tubuh.

Seiring berjalannya waktu, ada sekitar 1 dari 20 orang dewasa yang terinfeksi virus hepatitis B, infeksinya menjadi lebih kronis. Pasien dengan hepatitis B kronis umumnya tidak memiliki gejala sehingga banyak orang yang tertular karena tidak memiliki gejala. Walaupun tidak memiliki gejala, virus ini sudah merusak hati, sehingga ketika penyakit ini kambuh, sudah sulit untuk diobati.

Sekitar seperlima dari para penderita penyakit hepatitis B kronis mengembangkan jaringan parut pada hati (sirosis) selama beberapa tahun yang dapat menyebabkan gagal hati dan risiko kanker hati.

Rata-rata sirosis terjadi setelah infeksi pada hati selama bertahun-tahun dibiarkan dan tidak diobati. Bayi baru lahir yang terinfeksi virus hepatitis B, mungkin tidak menunjukkan gejala hepatitis akut karena itu harus diimunisasi agar tidak terkena resiko infeksi yang lebih kronis atau bahkan menjadi kanker hati.

Apa saja cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit hepatitis B?

Untuk mencegah penularan virus hepatitis B, bisa dilakukan beberapa hal dibawah ini:

  • Hindari berbagi jarum suntik dengan orang lain
  • Hindari berbagi pisau cukur dan sikat gigi dengan orang yang terinfeksi
  • Setia dengan pasangan dan tidak berganti-ganti pasangan seks.
  • Gunakan kondom saat melakukan hubungan seksual
  • Vaksinasi

Ada sekitar tiga dosis yang dianjurkan untuk mencegah penyakit hepatitis B. Dosis kedua dan ketiga diberikan satu dan enam bulan setelah dosis pertama. Untuk perlindungan lebih awal, dosis kedua dan ketiga dapat diberikan satu atau dua bulan setelah dosis pertama, jika ditambah dengan dosis keempat maka diperlukan waktu sekitar 12 bulan.

Di beberapa negara yang menjadi endemi penyakit hepatitis B, vaksinasi merupakan bagian dari jadwal imunisasi rutin. Sedangkan di negara-negara lain yang bukan daerah endemi virus hepatitis B, vaksinasi hanya dilakukan untuk kelompok yang berisiko tinggi saja. Adapun kelompok yang beresiko tinggi terkena penyakit hepatitis B diantaranya adalah:

  • Anggota keluarga dari penderita hepatitis B
  • Pasangan seksual dari penderita hepatitis B
  • Bayi yang baru lahir dari ibu yang terinfeksi virus hepatitis B
  • Pengguna narkoba
  • Homoseksual
  • Staf rumah sakit yang sering bersentuhan dengan darah.

Apa yang bisa dilakukan di rumah untuk mencegah virus hepatitis B?

Pencegahan virus hepatitis B bisa juga dilakukan di rumah, diantaranya adalah:

  • Lindungi anggota keluarga dari seks bebas dengan memberikan pemahaman tentang bahaya dari seks bebas agar anggota keluarga tidak terjangkit virus hepatitis B
  • Lindungi anggota keluarga dari semua jenis asupan minuman keras. Jika ternyata sampel darah menunjukkan bahwa salah satu anggota keluarga tertular virus hepatitis B
  • Menahan diri dari minuman beralkohol setiap hari jika Anda memiliki penyakit hepatitis B kronis
  • Jika anggota keluarga ada yang terkena penyakit hepatitis B, maka harus ditinjau secara teratur agar penyakit ini tidak menular kepada anggota keluarga lainnya
  • Makan makanan yang bergizi, olahraga juga lakukan diet yang seimbang.

Bagaimana cara hepatitis B didiagnosis?

Diagnosis ditegakkan berdasarkan sampel darah yang akan menunjukkan antibodi terhadap hepatitis B. Sampel darah dapat menunjukkan adanya beberapa komponen virus yang berbeda. Semua pasien dengan infeksi pada hati memiliki komponen virus yang disebut hepatitis B antigen (HBsAg). HBsAg merupakan penanda akan keberadaan virus di dalam darah.Gambar Infeksi Virus Hepatitis B

Sampel darah juga berfungsi untuk menentukan berat atau ringannya suatu penyakit, atau sejauh mana virus sudah merusak organ hati. Dalam kasus hepatitis B kronis, tingkat keparahan penyakit dapat ditentukan dengan mendapatkan sampel jaringan (biopsi) dari hati.

Prospek di Masa Depan

Kebanyakan pasien dengan hepatitis B akut sepenuhnya pulih dalam waktu sekitar empat sampai enam minggu. Sangat sedikit pasien yang berkembang menjadi gagal hati akibat hepatitis akut. Infeksi bisa menjadi kronis pada 1 dari 20 pasien dewasa. Namun, jumlah tersebut jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan kasus bayi yang baru lahir dan tertular virus hepatitis B dari ibu mereka. Komplikasi yang paling serius dari hepatitis B kronis adalah sirosis dan dalam kasus yang jarang, kanker hati.

Bagaimana penyakit hepatitis B diobati?

Kebanyakan pasien dengan hepatitis B akut sembuh sepenuhnya. Mereka yang memiliki penyakit lebih parah mungkin memerlukan penanganan yang lebih serius. Pengobatan penyakit hepatitis B bisa dilakukan dengan metode pengobatan secara tradisional. Saat ini ada balai pengobatan tradisional yang mengklaim dapat menyembuhkan penyakit hepatitis B. Klaim ini dibuktikan dengan banyaknya hasil laboratorium pasien yang sudah sembuh. Jadi, tidak ada salahnya mencoba berbagai macan pengobatan untuk menyembuhkan penyakit hepatitis B.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *