Macam-macam Hepatitis

Posted by on October 22, 2013 in Info Hepatitis B | 1 comment

Ada macam-macam hepatitis yang perlu diketahui, agar kita bisa terhindar dari penyakit hepatitis. Penyakit hepatitis pun ada yang disebabkan oleh virus, ada juga yang disebabkan oleh pola hidup yang sering mengonsumsi minuman beralkohol atau obat-obatan. Biasanya hepatitis yang disebabkan oleh selain virus disebutnya hepatitis non virus.

macam-macam hepatitisPenyakit hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan serta merusak sel-sel organ hati manusia. Hepatitis diketegorikan dalam beberapa golongan, diantaranya hepatitis A, B, C, D, E, F dan G. Di Indonesia penderita penyakit Hepatitis umumnya cenderung lebih banyak mengalami golongan hepatitis B dan hepatitis C. Namun disini kita akan membahas pada fokus artikel penyakit Hepatitis A, B dan C.

  • Macam-macam hepatitis : Hepatitis A

Hepatitis A adalah golongan penyakit Hepatitis yang ringan dan jarang sekali menyebabkan kematian, Virus hepatitis A (VHA=Virus Hepatitis A) penyebarannya melalui kotoran/tinja penderita yang penularannya melalui makanan dan minuman yang terkomtaminasi, bukan melalui aktivitas seksual atau melalui darah. Sebagai contoh, ikan atau kerang yang berasal dari kawasan air yang dicemari oleh kotoran manusia penderita.

Penyakit Hepatitis A memiliki masa inkubasi 2 sampai 6 minggu sejak penularan terjadi, barulah kemudian penderita menunjukkan beberapa tanda dan gejala terserang penyakit Hepatitis A.

Gejala Hepatitis A

Pada minggu pertama, individu yang dijangkiti akan mengalami sakit seperti kuning, keletihan, demam, hilang selera makan, muntah-muntah, pusing dan kencing yang berwarna hitam pekat. Demam yang terjadi adalah demam yang terus menerus, tidak seperti demam yang lainnya yaitu pada demam berdarah, TBC, thypus dan lain-lain.

Penanganan dan Pengobatan Hepatitis A

Penderita yang menunjukkan gejala hepatitis A seperti minggu pertama munculnya yang disebut penyakit kuning, letih dan sebagainya diatas, diharapkan untuk tidak banyak beraktivitas serta segera mengunjungi fasilitas pelayan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan dari gejala yang timbul seperti paracetamol sebagai penurun demam dan pusing, vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan nafsu makan serta obat-obatan yang mengurangi rasa mual dan muntah.

Sedangkah langkah-langkah yang dapat diambil sebagai usaha pencegahan adalah dengan mencuci tangan dengan teliti, dan suntikan imunisasi dianjurkan bagi seseorang yang berada disekitar penderita.

  • Macam-macam Hepatitis : Hepatitis B

Hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular yang tergolong berbahaya didunia, Penyakit ini disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang menyerang hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau menahun. Seperti hal Hepatitis C, kedua penyakit ini dapat menjadi kronis dan akhirnya menjadi kanker hati. Proses penularan Hepatitis B yaitu melalui pertukaran cairan tubuh atau kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi Hepatitis B.

Adapun beberapa hal yang menjadi pola penularan antara lain penularan dari ibu ke bayi saat melahirkan, hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik, maupun penggunaan alat kebersihan diri (sikat gigi, handuk) secara bersama-sama. Hepatitis B dapat menyerang siapa saja, akan tetapi umumnya bagi mereka yang berusia produktif akan lebih beresiko terkena penyakit ini.

Gejala Hepatitis B

Secara khusus tanda dan gejala terserangnya hepatitis B yang akut adalah demam, sakit perut dan kuning (terutama pada area mata yang putih/sklera). Menguningnya area putih mata memang menjadi gejala umum semua penyakit hepatitis. Namun bagi penderita hepatitis B kronik akan cenderung tidak tampak tanda-tanda tersebut, sehingga penularan kepada orang lain menjadi lebih beresiko.

Penanganan dan Pengobatan Hepatitis B

Penderita yang diduga Hepatitis B, untuk kepastian diagnosa yang ditegakkan maka akan dilakukan pemeriksaan darah. Setelah diagnosa ditegakkan sebagai Hepatitis B, maka ada cara pengobatan untuk hepatitis B, yaitu pengobatan secara medis maupun secara tradisional. Beberapa obat medis bisa menimbulkan efek samping, seperti sakit kepala, letih, mual serta bisa meningkatkan enzim dalam hati. Pengobatan secara medis jika dilakukan dalam dosis tinggi serta dilakukan bertahun-tahun, dapat menimpulkan pengaruh buruk terhadap fungsi ginjal. Karena itu tidak disarankan untuk meminum obat dalam jangka waktu yang lama.

Adapun pengobatan secara tradisional, saat ini ada pengobatan yang mengklaim dapat mengobati penyakit hepatitis B ataupun semua jenis hepatitis. Pengobatan Tradisional Djamilah Najmuddin namanya, pengobatan ini terletak di Jl. Jamika Bandung. Klaim pengobatan tradisional ini bisa dibuktikan dengan adanya bukti hasil laboratorium pasien yang sudah sembuh dari penyakit hepatitis. Jadi, tidak ada salahnya untuk mencoba pengobatan tradisional jika Anda saat ini sudah berganti-ganti pengobatan dan  tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Pencegahan Hepatitis B

Langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari penyakit hepatitis B adalah pemberian vaksin terutama pada orang-orang yang beresiko tinggi terkena virus ini, seperti mereka yang berperilaku seks kurang baik (ganti-ganti pasangan/homoseksual), pekerja kesehatan (perawat dan dokter) dan mereka yang berada didaerah rentan banyak kasus Hepatitis B.

  • Macam-macam Hepatitis : Hepatitis C

Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (VHC). Proses penularannya melalui kontak darah, transfusi, jarum suntik (yang terkontaminasi), serangga yang menggigit penderita lalu mengigit orang lain disekitarnya. Penderita Hepatitis C kadang tidak menampakkan gejala yang jelas, akan tetapi pada penderita Hepatitis C kronik menyebabkan kerusakan/kematian sel-sel hati dan terdeteksi sebagai kanker (cancer) hati. Sejumlah 85% dari kasus, infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun.Gambar Macam-macam Hepatitis

Gejala Hepatitis C

Penderita Hepatitis C sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya. Namun beberapa gejala yang samar diantaranya adalah  lelah, hilang selera makan, sakit perut, warna urin menjadi lebih gelap dan kulit atau mata menjadi kuning atau disebut juga dengan jaundice (jarang terjadi). Pada beberapa kasus dapat ditemukan peningkatan enzim hati pada pemeriksaan urin, namun demikian pada penderita hepatitis C justru terkadang enzime hati fluktuasi bahkan normal.

Penanganan dan Pencegahan Hepatitis C

Saat ini pengobatan hepatitis C dilakukan dengan pengobatan medis maupun tradisional. Tujuan pengobatan dari hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir penyakit hati. Pengobatan secara medis pada penderita hepatitis C memerlukan waktu yang cukup lama bahkan pada penderita tertentu hal ini tidak dapat menolong, untuk itu perlu penanganan pada stadium awalnya.

Pencegahan hepatitis C yang paling utama adalah dengan membiasakan diri melaksanakan pola hidup yang sehat. Semua jenis penyakit bisa dihindari dengan pola hidup yang sehat. Contoh pola hidup yang sehat adalah membiasakan makan makanan yang bergizi, tidak melakukan seks bebas, tidak menggunakan narkoba, juga tidak menggunakan alat kebersihan bersama-sama. Jika ini dilakukan, penyakit hepatitis C bisa dihindari.

Demikian artikel tentang macam-macam hepatitis yang perlu diketahui, semoga bermanfaat.

1 Comment

  1. t/u atas infox, mudah2an kita bisa melakukan upaya pencegahan lebih dini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *