Mengenal Penyakit Liver

Masalah pada organ hati atau liver bisa ringan maupun sampai parah seperti terjangkitnya penyakit liver yang serius. Berdasarkan ringan atau tidaknya masalah pada organ hati, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki masalah hati dan mungkin hanya memiliki gejala yang samar. Salah satu gejala penyakit liver yang paling umum adalah mudah kelelahan. Pada umumnya para penderita penyakit liver sering merasa lesu, lelah, loyo di siang hari, terutama di pagi hari.

Mengenal Penyakit LiverPenyakit liver adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit dan virus sehingga timbul infeksi pada organ hati. Hingga saat ini dikenal 8 jenis virus hati yang menyebabkan penyakit liver. Diantara virus tersebut, virus yang paling jahat dan dapat dengan mudah menular adalah virus hepatitis B yang biasa disebut HVB. Sedangkan awal dari masalah pada organ hati adalah sirosis. Organ hati yang sudah sirosis, selnya berubah menjadi jaringan ikat dan tidak bisa pulih atau normal kembali, sehingga fungsinya menjadi menurun. Jika sirosis terjadi pada seluruh bagian dari organ hati, maka hal ini dapat menyebabkan organ hati menjadi lumpuh dan berakhir dengan gagal hati.

Masalah pada liver terjadi karena adanya kerusakan pada liver dan kerusakan pada liver disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:

  • Timbul peradangan pada sel
  • Aliran empedu terhambat
  • Kolesterol atau trigliserida menumpuk
  • Jaringan liver rusak oleh bahan kimia atau disusupi oleh sel-sel abnormal

Selain penyebab di atas, penyakit liver seringkali juga disebabkan oleh faktor genetika atau keturunan, sering mengonsumsi minuman beralkohol dan masih banyak lagi. Yang jelas penyebabnya tidak hanya satu.

Diagnosis Penyakit Liver

Untuk mendiagnosis penyakit liver, bisa dilakukan dengan dengan dua cara, yaitu:

  • Pemeriksaan Fisik

Penyakit liver bisa menimbulkan perubahan pada fisik seseorang. Perubahan fisik ini biasanya mempengaruhi hampir semua sistem tubuh termasuk jantung, paru-paru, perut, kulit, otak dan fungsi kognitif serta bagian lain dari sistem saraf. Pemeriksaan fisik pada penderita penyakit liver sering membutuhkan pemeriksaan pada seluruh tubuh. Salah satu ciri seseorang menderita penyakit liver, umumnya perut menjadi lebih besar seperti kembung.

  • Tes darah di laboratorium

Patologi standar untuk mengetahui penyakit liver biasanya dengan mengukur enzim hati, protein total, albumin dan bilirubin. Meskipun tes ini disebut tes ‘fungsi’ hati, namun sebenarnya tes ini dilakukan untuk menunjukkan apakah organ hati rusak atau tidak, bukan tes tentang bagaimana hati berfungsi. Dengan kata lain, tes laboratorium ini digunakan untuk mendeteksi penyakit liver, seperti hepatitis dan sirosis serta sel-sel hati yang rusak akibat virus, bakteri, alkohol, obat-obatan dan lain sebagainya. Masalah ringan yang terjadi pada liver, tidak bisa menggunakan tes laboratorium ini, melainkan dengan mengamati tanda dan gejalanya. Namun, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter ahli serta melakukan tes laboratorium agar dapat diketahui apakah seseorang terjangkit penyakit liver atau tidak.

  • Pencitraan (scan/usg) pada tubuh

Pencitraan dilakukan untuk memvisualisasikan, tidak hanya liver, tetapi organ terdekat lain yang mungkin sakit. Contoh pencitraan meliputi:

-        CT scan (tomografi aksial komputerisasi),

-        MRI (magnetic resonance imaging), dan

-        USG (gelombang pencitraan suara, yang sangat membantu dalam menilai kandung empedu dan saluran empedu.

Biopsi liver mungkin dipertimbangkan untuk mengkonfirmasi diagnosis spesifik dari penyakit liver.

Gejala Penyakit Liver

Hampir semua peradangan pada liver menimbulkan gejala kuning pada tubuh, hal ini disebabkan menurunnya fungsi liver. Namun, hal ini tergantung pada penyebab, gejala serta tanda penyertanya yang seringkali tidak sama. Jika disebabkan oleh infeksi, umumnya akan disertai demam, nyeri kepala, lesu, dan lemah. Selain itu, keluhan mual dan muntah juga selalu menyertai penyakit liver ini. Bila diperhatikan, kulit dan bagian putih pada mata akan tampak kuning, begitu juga dengan air seni yang akan berubah menjadi berwarna seperti teh. Gejala penyakit liver lainnya adalah kesulisan menurunkan berat badan, nafsu makan menjadi hilang, susah bernafas, gangguan pada pencernaan seiring berjalannya waktu, timbul alergi atau bahkan tidak menyukai makanan sama sekali.

Selain semua gejala diatas, biasanya juga ada rasa tidak enak di perut bagian kanan atas dan terasa nyeri kalau ditekan. Satu hal yang harus diperhatikan, bahwa tidak semua penyakit liver akan  menyebabkan gejala kuning pada kulit dan bagian putih pada mata.

Pencegahan Penyakit Liver

Walaupun penyakit liver termasuk sebagai penyakit yang sulit diobati, tetapi penyakit liver masih bisa dicegah. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit liver:

  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menggunakan air bersih dan mengatur saluran pembuangan yang baik
  • Konsumsi makanan sehat dengan kandungan gizi seimbang dan terjaga kebersihannya sehingga terhindar dari resiko terkontaminasi kuman. Prinsip kebersihan dimulai dari pemilihan bahan, pencucian, dan pengolahan bahanGambar Mengenal Penyakit Liver
  • Hindari makanan berjamur dan kacang tengik karena biasanya mengandung aflatoksin yang menyebabkan kerusakan hati
  • Hindari menggunakan barang-barang pribadi seperti: pisau cukur, gunting kuku, dan lain-lain secara bersamaan untuk menghindari penularan virus penyakit liver
  • Tidak sembarangan minum obat dan menghindari penggunaan obat yang berlebihan karena jika tidak tepat bisa meracuni hati
  • Biasakan hidup sehat
  • Hindari minum minuman beralkohol. Jika tidak bisa maka sebaiknya dikurangi.
  • Hindari menggunakan obat-obatan terutama menggunakan jarum suntik secara bersama-sama.

Membaca artikel di atas, mungkin membuat kita sadar bahwa salah satu faktor terhindarnya seseorang dari penyakit liver adalah kemampuan organ hati dalam menyaring dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Mengikuti nasihat-nasihat dokter bisa menjauhkan Anda dari penyakit liver. Walaupun begitu ada baiknya kita membiasakan diri untuk tau apa yang terjadi dengan tubuh kita sendiri.

Sebenarnya ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menyembuhkan penyakit liver. Ada yang menggunakan diet yang dimodifikasi, ada yang mengurangi memakan makanan yang dapat memberatkan pekerjaan orga hati dan lain sebagainya. Yang jelas sebelum semua itu terjadi, pencegahan adalah cara yang tepat untuk menghindari penyakit liver ini. Demikian artikel tentang penyakit liver yang perlu diketahui, semoga dengan mengetahui banyak hal tentang penyakit liver, kita bisa terhindari dari penyakit ini.

One Response to Banyaknya Jumlah Penderita Hepatitis di Indonesia
  1. Esyaku says:

    Sangat bermanfaat nih info….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>