Pemeriksaan Hepatitis B

Posted by on October 22, 2013 in Info Hepatitis B | 4 comments

Pemeriksaan hepatitis B sebaiknya dilakukan pada seseorang yang mempunyai kemungkinan tertular penyakit hepatitis B. Misalnya pengguna jarum suntik, seperti tukang tato, orang yang tinggal di negara endemik hepatitis B, atau juga para pelaku kesehatan.

Pemeriksaan Hepatitis BHepatitis B merupakan penyakit infeksi pada hati yang angka kejadiannya tinggi dan dapat menimbulkan masalah kronis seperti sirosis hepatis dan kanker hati. Diagnosis hepatitis B dikerjakan dengan melakukan tes terhadap beberapa marker serologis dari virus hepatitis B dan dengan menambahkan tes tambahan untuk menyingkirkan penyebab lain seperti virus hepatitis A dan C. Sedangkan untuk penyaring, cukup dilakukan pemeriksaan HBsAg dan Anti HBs.

Lalu pemeriksaan hepatitis B yang seperti apakah untuk mengetahui bahwa seseorang sudah terjangkit hepatitis B? Diantara pemeriksaan hepatitis B itu adalah?

Pemeriksaan Fisik

Hepatitis B secara awam lazim disebut sebagai penyakit kuning. Pada penyakit hepatitis B mata yang berwarna kuning sering dijumpai pada sepertiga kasus. Untuk lebih mengarah pada diagnosis hepatitis B, perlu digali mengenai riwayat transfusi darah, hemodialisis dan lain sebagainya.

HBs Ag

Jika positif, pasien dianggap terinfeksi hepatitis B. Pengulangan tes setelah 6 bulan untuk menentukan infeksi telah sembuh atau kronik. HBsAg positif setelah 6 bulan tetap terdeteksi dalam darah selama lebih dari enam bulan berarti telah menjadi kronis.

Anti HBs

Jika positif, pasien dianggap memiliki kekebalan terhadap hepatitis B  (baik karena infeksi yang telah sembuh atau karena vaksinasi). Hepatitis B karier kronis dapat menunjukkan HBsAg dan Anti HBs positif.  Positif untuk HbsAg dan anti HBs pada saat yang bersamaan, tetapi hal ini sangat jarang terjadi (<1%). Jika negatif pasien belum memiliki kekebalan terhadap virus hepatitis B

HBeAg

HBeAg positif berhubungan dengan tingkat infeksi yang tinggi dan pada karier kronik dengan peningkatan resiko sirosis. Tes ini dapat digunakan untuk mengamati perkembangan hepatitis B kronik.

HBV DNA

HBV DNA positif menunjukkan infeksi aktif, bergantung pada  viral load (jumlah virus). Tes ini dapat digunakan untuk mengetahui prognosis dan keberhasilan terapi.

Anti HBcGambar Pemeriksaan Hepatitis B

Jika positif, pasien telah terinfeksi oleh VHB. Infeksi telah sembuh (HBsAg negatif) atau masih berlangsung (HBsAg positif). Jika infeksi telah sembuh,  pasien dianggap  mempunyai kekebalan alami terhadap infeksi VHB. IgM anti HBc mungkin menjadi satu-satunya marker yang dapat terdeteksi selama masa window period ketika HbsAg dan anti-HBs masih negatif.

Anti HBe

Umumnya Anti HBe positif dengan HBeAg negatif menunjukkan tingkat replikasi virus yang rendah. Namun hal ini tidak berlaku pada virus hepatitis B mutan.

Pemeriksaan tambahan

Anti HCV dan Anti HAV untuk menyingkirkan adanya infeksi hepatitis C dan A.

Demikian penjelasan tentang pemeriksaan hepatitis B yang perlu diketahui, semoga bermanfaat.

Sumber : drdjebrut.files.wordpress.com

4 Comments

  1. saya mau nanya apakah perbedaan gejala hepatitis sama positif hepatitis

    • gejala hepatitis belum tentu terpapar penyakit hapatitis. Sedangkan apabila dia positif hepatitis, sudah barang tentu bahwa dia mempunyai penyakit hepatitis.

  2. apa perbedaan penyakit hepatitis dan penyakit kuning. thanks.

    • salah satu gejala penyakit hepatitis adalah munculnya gejala kekuning-kuningan pada tubuh pasien (tangan, mata, dll). Sehingga masyarakat awam sering mengidentifikasikan penyakit kuning adalah hepatitis. Akan tetapi, gejala kuning pada tubuh bukan hanya karena penyakit hepatitis, bisa saja karena penyakit lain contohnya, penyakit empedu. Sehingga penyakit kuning belum tentu penyakit hepatitis hal ini harus di buktikan secara jelas dengan pemeriksaan laboratorium terhadap pasien.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *