Pengetahuan Dasar Penyakit Hepatitis B

Posted by on August 3, 2014 in Featured | 0 comments

Pengetahuan Dasar Penyakit Hepatitis B

Kata ‘hepatitis’ berarti  Peradangan  hati. Fungsi hati sangat penting bagi kesehatan hidup seseorang. Fungsi hati akan rusak apabila ada peradangan atau kerusakan terjadi dan hal ini dapat mempengaruhi kesehatan Anda.

Peradangan  hati dapat disebabkan banyak hal misalnya alkohol, obat-obatan atau virus. Virus yang menyebabkan penyakit hepatitis B adalah virus hepatitis B. Selain itu, ada juga beberapa jenis virus lain misalnya, virus hepatitis A, virus hepatitis C dan lain sebagainya. Semua virus ini berbeda, namun mereka mempunyai persamaan dalam mempengaruhi fungsi hati.

Apa itu penyakit hepatitis B itu?

Hepatitis B adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Infeksi  ini dapat  mengakibatkan kerusakan pada hati, jika dibiarkan bisa menyebabkan kanker hati. Orang yang  terinfeksi  virus ini, seringkali tidak menyadari bahwa mereka sudah terinfeksi. Pada umumnya di beberapa negara penyebaran hepatitis B yang paling banyak adalah dari ibu ke anak.

Apa yang akan terjadi  bila anda terkena hepatitis B?

Penyakit Hepatitis B jika dibiarkan bisa menjadi akut atau kronis.  Seseorang akan dikategorikan sebagai penderita penyakit hepatitis B kronis apabila infeksi  terus terjadi dan melebihi 6 bulan. Infeksi kronis terjadi pada 90% bayi yang terinfeksi virus hepatitis B  dan akan menyebabkan kerusakan pada hati, gagal hati (pada saat hati sudah tidak berfungsi) dan kadang-kadang dapat menyebabkan kanker hati  pada saat mereka dewasa.

Semakin muda usia seseorang  pada saat mereka terinfeksi hepatitis B, semakin tinggi resikonya terkena kerusakan hati, bahkan bisa berkembang menjadi kanker hati ketika mereka menginjak usia dewasa. Sebagian besar penderita hepatitis B kronis di Australia, terjadi pada saat mereka  masih bayi atau anak-anak.

Di bawah ini beberapa hal yang dapat membantu mengurangi beban hati Anda dan menjaga kesehatan hati Anda, diantaranya :

  • Mengurangi minum-minuman beralkohol atau tidak sama sekali.
  • Mengkonsumsi makanan yang sehat dan mengurangi lemak yang berlebihan.
  • Menjaga berat badan yang ideal.
  • Mengurangi atau bahkan berhenti merokok.
  • Olah raga yang teratur.
  • Hindari stress dengan membiasakan berpikir positif.
  • Melakukan vaksinasi untuk melindungi anda dari virus hepatitis.

Tidak ada yang namanya ‘penderita yang sehat’

Infeksi Hepatitis B kronis adalah suatu penyakit yang kompleks, yang dapat berubah  seiring berjalannya waktu, dengan beberapa periode dari sejak hati masih dalam keadaan sehat. Di masa  lalu, orang yang melalui periode ini disebut sebagai ‘penderita yang sehat’. Bagaimanapun, penyakit ini dapat berubah tanpa sepengetahuan anda. Sekarang kita baru mengetahui bahwa tidak ada yang namanya  ‘penderita yang sehat’. Satu-satunya cara untuk mengetahui apa yang virus hepatitis B kronis  lakukan terhadap hati anda adalah dengan memeriksakan secara rutin hati anda.

Bagaimana seseorang bisa terinfeksi hepatitis B?

Virus Hepatitis B terdapat dalam cairan tubuh seperti darah, air mani dan cairan vagina dari seorang yang terinfeksi. Virus Hepatitis B penyebarannya hanya dapat terjadi ketika cairan tubuh si penderita masuk ke tubuh orang lain. Virusnya  dapat ditularkan  meskipun jumlah cairan tubuh hanya sedikit.

Semakin  muda usia seseorang  pada saat mereka terinfeksi hepatitis B, semakin tinggi resikonya menjadi hepatitis B kronis pada saat  mereka dewasa. Cara penularan hepatitis B yang paling umum terjadi adalah:

  • Pada saat kelahiran, dari seorang Ibu yang terinfeksi  kepada bayinya. Terutama di negara yang sedang berkembang.
  • Pada masa kanak-kanak, dari orang ke orang melalui luka atau potongan yang tidak tertutup.
  • Berhubungan intim/seks tanpa menggunakan kondom dengan seseorang yang terinfeksi  hepatitis B.
  • Berbagi jarum suntik narkoba yang sama.
  • Penggunaan barang pribadi secara bersama-sama, seperti pisau cukur, sikat gigi atau barang  lainnya yang tercemar darah.
  • Melalui transfusi darah khususnya di negara-negara yang tidak memeriksa apakah darah tersebut tercemar virus hepatitis B.
  • Menggunakan peralatan tato yang tidak disterilkan dengan tepat. Termasuk juga pembuatan tato kosmetik.

Selain cara penularannya, dibawah ini ada beberapa cara yang tidak menyebabkan seseorang terinfeksi virus hepatitis B, diantaranya:

  • Batuk
  • Berpelukan
  • Gigitan/sengatan serangga
  • Penggunaan bersama kamar mandi dan fasilitas toilet
  • Penggunaan bersama peralatan memasak dan peralatan makan
  • Berenang bersama di kolam renang.

Apa saja gejala-gejala virus Hepatitis B?

Sebagian besar  orang yang terinfeksi hepatitis B tidak mempunyai  gejala khusus dan sebagian besar dari mereka tidak mengetahui apabila mereka sudah terinfeksi virus hepatitis B. Namun, meskipun tidak ada gejala-gejalanya, virus itu dapat mengakibatkan kerusakan pada hati.

Gejala-gejalanya dapat  datang dan pergi, mungkin sama dengan penyakit lainnya. Kemungkinan gejala yang timbul dari penyakit hepatitis B diantaranya adalah:

  • Sakit dan nyeri pada persendian
  • Kehilangan nafsu makan
  • Rasa mual (merasa seperti ingin muntah)
  • Rasa sakit di hati (bagian atas, sisi kanan perut)
  • Kelelahan, depresi/tekanan batin, mudah tersinggung

Apabila seseorang memiliki gejala di atas, maka sebaiknya lakukan tes laboratorium. Satu-satunya cara untuk mengetahui seseorang terinfeksi hepatitis B kronis adalah dengan mendapatkan tes darah yang benar.

Tidak semua tes darah akan menunjukkan hasil bahwa seseorang terinfeksi hepatitis B. Laboratorium perlu melakukan tes darah secara khusus untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi hepatitis B atau tidak.

Selain tes darah harus dilakukan apabila terdapat gejala hepatitis B, seseorang pun harus melakukan tes untuk hepatitis B apabila ada hal-hal berikut:

  • Dilahirkan  atau tinggal di suatu negara dimana hepatitis B sangat umum terjadi atau di negara dimana tidak ada vaksinasi hepatitis B yang diberikan secara cuma-cuma/gratis kepada bayi dan anak-anak.
  • Mempunyai orang tua atau anggota keluarga yang terinfeksi hepatitis B, penyakit hati atau kanker hati.
  • Pernah berhubungan seksual dengan lawan pasangan yang terinfeksi hepatitis B, atau tinggal dengan seseorang yang terinfeksi hepatitis B kronis.
  • Pernah melakukan transfusi darah, prosedur medis dan pengobatan gigi di negara yang sedang berkembang.
  • Pernah melakukan praktek-praktek budaya yang melibatkan darah, seperti tato, dan lain lain.

Gambar Pengetahuan Dasar Penyakit Hepatitis BJika saat ini Anda terinfeksi penyakit hepatitis B, lakukanlah beberapa hal dibawah ini agar virus hepatitis B tidak menyebar di keluarga Anda. Diantaranya adalah:

  • Hindari kontak langsung dengan darah: jangan memakai bersama barang-barang milik orang lain, seperti alat cukur,  sikat gigi dan barang barang pribadi milik orang lain.
  • Tutup segala luka yang terbuka dan bersihkan segala tumpahan darah. Jangan biarkan orang lain menyentuh luka atau darah anda kecuali jika mereka memakai sarung tangan.
  • Membuang barang  milik pribadi seperti lap kertas pembalut wanita,  perban , ke dalam kantong plastik tertutup.
  • Gunakan alat pengaman seperti kondom atau cairan pelumas saat berhubungan intim.
  • Jangan memakai jarum suntik secara bersama-sama.

Demikian pengetahuan dasar penyakit hepatitis B. Semoga dengan mengetahui banyak tentang penyakit ini, kita semua bisa terhindar dari bahaya penyakit hepatitis B.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *