Penyakit Hepatitis B Sering Tak Terdeteksi

Posted by on April 18, 2014 in Info Hepatitis B | 0 comments

Penyakit Hepatitis B Sering Tak Terdeteksi

Hampir lebih dari 70 persen yang terinfeksi hepatitis B, tidak menyadari bahwa dirinya sudah tertular penyakit hepatitis B. Sehingga, ketika sudah diketahui melalui tes laboratorium, semua sudah terlambat. Karena sudah menahun dan berubah menjadi kanker hati, dengan begitu penyakit hepatitis B ini cukup sulit untuk diobati.

Penyakit Hepatitis merupakan peradangan hati yang diakibatkan oleh virus. Ada banyak jenis dari penyakit hepatitis. Penyakit hepatitis B dan C termasuk yang paling sering muncul dan merupakan penyebab utama kanker hati dan transplantasi hati.

Hepatitis B merupakan masalah kesehatan yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 350 juta orang di dunia terinfeksi virus itu. Penyakit hepatitis B yang tidak diobati dapat menjadi penyakit hepatitis menahun, kanker hati, dan sirosis hati.Penyakit Hepatitis B Sering Tak Terdeteksi

Banyak ditemukan

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengatakan, kasus hepatitis virus banyak ditemukan dalam praktik klinik sehari-hari. Namun, biasanya pasien sudah datang dalam kondisi lanjut karena terlambatnya diagnosis. Penyebab keterlambatan itu antara lain karena penyakit tidak menunjukkan gejala dan tanda klinis yang jelas.

Penyakit itu biasanya luput dari diagnosis dokter karena perjalanan penyakit tidak nyata dan penderita kerap tidak merasakan atau menyadarinya.

Di Jakarta sudah sekitar 1.000 dokter puskesmas dilatih dengan harapan mereka dapat mengenali hepatitis B, melakukan deteksi dini, dan merujuk ke layanan rumah sakit jika tidak bisa diobati di puskesmas. Jika ternyata penyakit hepatitis yang diderita seseorang berkembang menjadi sirosis atau kanker hati, pengobatan akan sangat mahal.

Deteksi dini juga penting agar tidak terjadi penularan dari orang dewasa ke orang dewasa lain melalui kontak darah atau dari ibu ke bayi yang akan dilahirkannya.

Tindakan preventif yang tak kalah penting ialah vaksinasi hepatitis B. Infeksi hepatitis B saat dewasa kemungkinan berkembang menjadi penyakit hati menahun, sirosis, atau kanker hati sekitar 25 persen. Sebaliknya, infeksi virus hepatitis B yang terjadi saat lahir, risiko menjadi parah sekitar 95 persen. Oleh karena itu, cakupan vaksinasi hepatitis B bagi bayi sangat penting.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *