Tanya Jawab Tentang Vaksin Hepatitis B

Posted by on October 22, 2013 in Info Hepatitis B | 0 comments

Tanya Jawab Tentang Vaksin Hepatitis B

Vaksin Hepatitis B harus dilakukan sedini mungkin, sebagai cara antisipasi untuk menghindari penyakit hepatitis B. Penyakit hepatitis B termasuk penyakit yang berbahaya dan mudah menular. Penyakit ini menyerang hati yang berfungsi menyaring racun yang masuk ke dalam tubuh.

Hati adalah organ yang sangat vital bagi manusia, bila organ ini terganggu atau rusak tentunya akan terjadi gangguan di seluruh tubuhnya. Kita ingat ada kisah dari bapak Dahlan Iskan CEO Jawa Pos Group dalam bukunya yang menceritakan bagaimana beliau menderita sakit liver hingga harus operasi di China untuk ganti hati. Hati milik beliau telah rusak karena penyakit chirrosis hepatis sehingga mengalami berbagai keluhan seperti muntah darah, kulit menghitam dan kondisi tubuhnya semakin memburuk sehingga hal-hal ini memaksa beliau untuk ganti hati.

Ganti hati atau nama medisnya transplantasi liver, ini bukan perkara yang mudah karena membutuhkan biaya yang sangat besar dan perawatan yang extra ketat karena harus dalam keadaan sangat steril, bila gagal bisa meninggal dunia. Jadi alangah baiknya bila skreening dini dan vaksin hepatitis B segera digalakkan dimasyarakat untuk mengurangi dampak dari penyakit yang menyerang liver atau hati.

Untuk mengetahui apa itu vaksin hepatitis B, bagaimana caranya dan semua jenis pertanyaan lainnya seputar vaksin hepatitis B, silahkan simak tanya jawab dibawah ini.

Apa itu penyakit hepatitis B?

Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB), suatu anggota famili Hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati atau kanker hati. Sekitar sepertiga dari populasi dunia atau lebih dari 2 miliar orang, telah terinfeksi dengan virus hepatitis B. Penularan virus hepatitis B seringkali berasal dari paparan infeksi darah atau cairan tubuh yang mengandung darah.

Siapa saja yang termasuk rawan terkena penyakit hepatitis B?

Diantara orang-orang yang rawan terkena penyakit hepatitis B dan harus mendapatkan vaksin hepatiti B adalah orang dewasa yang resiko tinggi misalnya pekerja medis (perawat, bidan, dokter, laboran dll), memiliki keluarga dengan hepatitis B positif, keluarga dengan riwayat chirrosis hepatis dan orang resiko tinggi lainnya seperti orang suka berganti-ganti pasangan sex, suka memasang bertatoo, pemakai narkoba dengan jarum suntik yang sering digunakan bersama-sama, dll.

Sudahkah Anda melakukan vaksin hepatitis B pada saat lahir dan masa balita dulu?

Jika belum, segeralah pergi ke dokter dan melakukan vaksin tersebut untuk memproteksi Anda terhadap serangan virus hepatitis B. Pasalnya, penyakit hepatitis B ini merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang serius. Diperkirakan lebih dari 2 miliar orang terinfeksi virus hepatitis B dan lebih dari 360 juta terinfeksi kronik dengan risiko tinggi kematian karena sirosis. (pengerasan hati) dan karsinoma hepatoselular (kanker hati).

Skreening apa saja yang harus dilakukan sebelum mendapatkan vaksin hepatitis B?

Pemeriksaan skreening dilakukan pada pasien dengan SGOT/SGPT yang tinggi yang disertai atau tidak disertai keluhan kuning. Bila SGOT/SGPT terbukti tinggi dilanjutkan dengan pemeriksaan lain yaitu HbSAg dan HbSAb. Bila terbukti HbSAg positif berarti orang ini sedang menderita hepatitis B atau pernah menderita Hepatitis B.

Sedangkan pemeriksaan HbSAb adalah untuk menilai kekebalan tubuh seseorang terhadap Hepatitis B, bila HbSAb nya positif maka orang ini telah memiliki antibodi atau zat kekebalan tubuh terhadap hepatitis B, bila masih negatif maka perlu dilakukan imunisasi bila ia tergolong resiko tinggi. Pemeriksaan di atas dapat dilakukan di laboratorium yang banyak beredar diberbagai kota.

Berapa kali vaksin hepatitis B diberikan, terutama untuk bayi yang baru lahir?

Sesuai dengan jadwal imunisasi yang ada di Indonesia, biasanya pemberian vaksin hepatitis B  diberikan tiga kali ketika anak-anak baru lahir dan kemudian ketika mereka berusia 1 bulan dan dilanjutkan dengan usia 6 bulan. Diharapkan dengan adanya vaksin hepatitis B tersebut akan memutus transmisi virus hepatitis B.

Namun, sejalan dengan pertambahan usia biasanya antibodi terhadap virus hepatitis B pun menurun.

Apakah vaksin hepatitis B menimbulkan efek samping, apa saja efek sampingnya?

Efek samping dari vaksin hepatitis B ini termasuk ringan diantaranya rasa nyeri di tempat  injeksi (5%), demam ringan 2-3%), pening, pusing, rasa sakit otot dan persendian. Adapun efek samping yang lebih parah sangat jarang terjadi.

Apa yang harus dilakukan  jika reaksi efek samping seperti rasa nyeri di tempat injek memang muncul?

Sediakan kain bersih, kemudian masukkan ke dalam air dingin (bukan air es) lalu tempelkan kain tersebut di tempat yang sakit, hal ini dapat mengurangi rasa sakit dan kepekaan. Selain itu bisa juga dengan mengonsumsi parasetamol untuk menghilangkan rasa sakit. Juga dengan memberikan cairan tambahan untuk diminum. Namun jika masih berlanjut, dan Anda sangat cemas, silahkan menghubungi dokter agar penanganan bisa lebih cepat ditangani.

Apakah seorang anak atau bayi akan terlindungi dari penyakit hepatitis B jika dia hanya menerima satu dosis vaksin hepatitis B?

Tidak. Kaum remaja  memerlukan dua dosis  vaksin untuk dilindungi melawan penyakit  hepatitis B. Jika hanya satu vaksin saja, maka perlindungannya tidak maksimal dengan begitu penyakit hepatitis B masih bisa menghinggapi.

Lantas, perlukah vaksin hepatitis B dilakukan ulang ketika remaja untuk mengaktifkan antibodi agar proteksi tubuh lebih maksimal?

Bagi anak-anak yang sehat dan daya tubuhnya normal atau dalam bahasa kedokteran disebut imunokompeten memang tidak diperlukan. Dalam artian, imunokompeten ini yakni mereka yang daya tahan tubuhnya normal atau pernah mendapat vaksin hepatitis B sebelumnya dan diketahui pernah membentuk antibodi terhadap vaksin hepatitis B. Mereka dengan kategori ini tidak memerlukan vaksin ulangan.Gambar Tanya Jawab Seputar Vaksin Hepatitis B

Lalu apakah remaja yang sudah mendapatkan vaksin hepatitis B ketika kecil, dan saat ini daya tahan tubuhnya menurun, perlu dilakukan vaksinasi ulang?

Jika orang tersebut mempunyai keluarga yang menderita hepatitis B menahun, sebaiknya vaksin hepatitis B dilakukan ulang . Pasalnya jika dalam satu keluarga ada yang terinfeksi, maka dia bisa menularkan ke anggota keluarga yang lain, baik melalui air liur, menggunakan sikat gigi secara bersamaan, menggunakan handuk secara bersamaan dan sebagainya.

Jika saat ini saya terkena penyakit hepatitis B, apakah masih bisa divaksin?

Tidak, vaksin dilakukan untuk mencegah terjangkitnya penyakit hepatitis B. Karena itu, jika sudah terkena penyakit hepatitis B, maka semua jenis vaksin menjadi percuma dan sia-sia. Yang perlu dilakukan adalah pengobatan penyakit hepatitis B, bukan vaksinasi.

Jika vaksi hepatitis B tidak bisa dilakukan karena sudah terjangkit penyakit hepatitis B, apakah penyakit hepatitis B ini bisa diobati?

Bisa, salah satu pengobatan yang dapat mengobati penyakit hepatitis B adalah pengobatan tradisional. Pengobatan tradisional ini dilakukan untuk membunuh virus penyebab penyakit hepatitis B. Salah satu pengobatan tradisional yang terbukti dapat menyembuhkan penyakit hepatitis B adalah Pengobatan Tradisional Ny. Djamilah Najmuddin. Pengobatan ini mempunyai banyak Bukti Hasil Laboratorium pasiennya yang sudah sembuh dari penyakit hepatitis. Jadi, pengobatan tradisional ini bukan hanya klaim semata, melainkan sudah dibuktikan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *