Waspadai Bahaya Hepatitis B

Posted by on October 22, 2013 in Info Hepatitis B | 0 comments

Waspadai Bahaya Hepatitis B

Salah satu bahaya hepatitis B jika tidak segera diobati adalah penyakit ini bisa menjadi kronis dan bisa menjadi penyebab kanker hati. Karena itu penanganan penyakit hepatitis B sangat diperlukan agar tidak menjadi lebih parah. Namun, ada baiknya sebelum virus hepatitis B menyerang, lakukan pencegahan yang salah satunya adalah dengan membiasakan hidup sehat seperti tidak melakukan seks bebas.

Hepatitis B adalah penyakit yang gejalanya jarang diperhatikan oleh seseorang. Beberapa orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki infeksi hati sampai mereka sudah sakit parah. Ini adalah penyakit yang bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia, latar belakang pekerjaan, etnis atau gaya hidup.

Seperti yang disebutkan dalam sebuah situs kesehatan bahwa sekitar 1 juta orang di Jerman diperkirakan mengidap penyakit hepatitis B. Sekitar hanya setengahnya yang mengetahui bahwa mereka mengidap penyakit hepatitis B, karena penyakit ini kadang mempunyai gejala yang sama dengan penyakit lainnya.

Gejala umum hepatitis B adalah sakit, kelelahan, menguningnya kulit dan mata (jaundice), dan mual. Semua jenis hepatitis menyebabkan peradangan hati. Jika kasus hepatitis B terdeteksi terlambat atau telah menjadi hepatitis B kronis, maka akan muncul bekas luka pada hati. Kondisi ini, disebut sirosis, hal inilah yang membatasi kemampuan fungsi hati. Kanker hati dapat berkembang pada jaringan bekas luka sehingga tujuan pengobatan hepatitis B adalah untuk mencegah sirosis dan kanker hati.

Penularan Hepatitis B

Hepatitis B jauh lebih berbahaya daripada hepatitis A dan dapat menular melalui darah. Jenis hepatitis ini diketahui sebagai penyakit kelamin karena ditularkan terutama melalui darah, air mani atau cairan tubuh lain saat berhubungan intim. Salah satu pencegahannya ialah dengan penggunaan kondom, terutama untuk orang-orang yang mempunyai banyak pasangan, selain itu bisa juga dengan vaksin hepatitis B. Selain melalui hubungan seksual, hepatitis B bisa juga menular melalui :

  • Penularan hepatitis B dapat melalui jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah dan gigitan manusia.
  • Penggunaan alat-alat kebersihan seperti sikat gigi, gelas, piring¬† makan secara bersama-sama juga bisa menjadi media penularan virus hepatitis B.
  • Umumnya penularan tersebut terjangkit dengan cara pertukaran cairan tubuh
  • Merupakan risiko tertular hepatitis B adalah pecandu narkotika, orang yang mempunyai banyak pasangan seksual.
  • Ibu kepada anak saat melahirkan bayi

Menurut perkiraan para ahli penyakit menular, di dunia setiap tahun sekitar 10 hingga 30 juta orang terjangkit virus hepatitis B. Secara umum penyakit hepatitis B bisa menyerang siapa pun dari semua golongan umur. Tetapi umumnya yang terinfeksi adalah orang pada usia produktif. Keadaan ini tentu merugikan karena usia produktif amat dibutuhkan masyarakat suatu bangsa yang sedang giat melaksanakan pembangunan.

Adapun menurut para peneliti hati di Indonesia, mengungkapkan bahwa tingkat prevalensi penyakit hepatitis B di Indonesia sebenarnya cukup tinggi. Secara keseluruhan jumlahnya mencapai 13,3 juta penderita. Dari sisi jumlah, Indonesia ada di urutan ketiga setelah Cina (123,7 juta) dan India (30-50 juta) penderita. Karena itu tingkat prevalensi di Indonesia antara 5 hingga 10 persen.

Diagnosis Hepatitis B

Pada level dunia, penderita hepatitis B memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Menurut para ahli jumlah penderita hepatitis B di kawasan Asia Pasifik memang lebih banyak dibandingkan dengan negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Hal itu bisa terjadi karena di Eropa atau Amerika, hepatitis B diderita oleh orang dewasa. Sedangkan di Asia Pasifik umumnya diidap oleh kalangan usia muda. Pertumbuhan penderita hepatitis B tersebut dipengaruhi oleh masalah demografi, sosial dan faktor lingkungan. Di sisi lain juga karena faktor virus yaitu genotip dan mutasi virus. Secara genotip, Indonesia merupakan daerah menonjol untuk jenis hepatitis B dan C.

Bahaya hepatitis B akan menghinggapi seseorang, ketika dia sudah dinyatakan positif terjangkit virus hepatitis B. Dan seseorang akan dinyatakan positif menderita penyakit hepatitis B oleh dokter bila telah menjalani serangkaian pemeriksaan secara klinis di laboratorium. Dokter biasanya akan mempertimbangkan sejumlah indikator seperti HBsAg positif (antigen yang menandakan adanya infeksi) atau kenaikan enzim hati (SGOT dan SGPT). Dari hasil pemeriksaan nanti, dokter kemudian akan menentukan apakah infeksi ini termasuk parah atau tidak. Sebagai contoh, tidak semua yang memiliki HBsAg positif akan mudah diobati karena harus dilihat dulu dari kelompok mana dan harus dilihat faktor lain yang menyebabkannya.

Sementara itu, seseorang akan dinyatakan mengidap hepatisis B kronis bila ia sudah menderita atau mengidap infeksi selama lebih dari enam bulan. Diagnosa juga didasarkan pada adanya HBV DNA (indikasi replikasi virus aktif) dalam serum, kenaikan enzim hati, bukti histologis serta hasil USG yang menunjukkan proses peradangan hati.

Penanganan Hepatitis B

Perawatan dini harus segara dilakukan agar penderita dapat disembuhkan, karena semakin lambat ditangani, virus akan semakin merusak hati dan bahkan menjadi kanker. Tetapi, kadangkala karena tidak menampakkan gejala yang jelas, kebanyakan orang tidak menyadari kalau dalam tubuhnya sudah berdiam virus hepatitis dan terlanjur hati sudah menjadi rusak parah. Vaksinasi dapat diberikan agar seseorang mendapatkan antibodi dari virus hepatitis B (VHB). Walau seseorang belum terindikasi virus ini tetapi pemberian vaksin dapat mencegah virus merusak hati karena gejala hepatitis bisa saja baru muncul puluhan tahun kemudian.Gambar Waspadai Bahaya Hepatitis B

Pemberian vaksin khususnya perlu diberikan pada anak-anak karena kekebalan tubuh mereka lebih lemah untuk membersihkan virus hepatitis dibandingkan orang dewasa. Jika kondisi hati sudah rusak parah, pilihannya adalah melakukan pencangkokkan hati. Tetapi, ini akan sulit karena donor hati yang ada lebih sedikit dibandingkan daftar tunggu dari penderita yang membutuhkan hati. Penderita hepatitis seharusnya mengkonsumsi makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup agar tubuh mampu bertahan menghadapi virus ini dan mencegah jumlah virus semakin banyak yang akan menggeroti kesehatan penderitanya. Gizi dan istirahat yang baik juga harus dipenuhi untuk semua, karena bisa saja tanpa sepengetahuan kita, virus menulari dan menyerang hati atau liver. Tetapi, dengan kekebalan tubuh yang kuat, tubuh akan mampu menangani virus hepatitis yang membahayakan ini.

Sekitar 90% lebih orang dewasa bisa sembuh dari penyakit hepatitis B. Pengobatan secara medis dalam mengobati hepatitis B bertujuan untuk menekan replikasi virus di hati sehingga infeksi tidak berkembang lebih lanjut. Dengan demikian, pengobatan ini dapat mencegah terjadinya sirosis dan kanker. Selain pengobatan medis, ada juga pengobatan tradisional yang dapat menyembuhkan penyakit hepatitis B. Pengobatan Tradisional Ny. Djamilah Najmuddin adalah salah satu pengobatan tradisional yang mengklaim dapat menyembuhkan penyakit hepatitis B. Klaim ini dikuatkan dengan banyaknya bukti hasil laboratorium pasien yang sudah sembuh dari penyakitnya. Jadi, tak perlu khawatir dengan pengobatan tradisional jika memang sudah dibuktikan dengan adanya hasil laboratorium, dengan begitu bahaya hepatitis B bisa dihindari.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *