Bukan hanya seorang pembunuh bayaran yang dapat membunuh seseorang secara diam-diam. Ternyata, penyakitpun bisa membunuh secara diam-diam. Seperti penyakit hepatitis B yang bisa membunuh penderitanya secara diam-diam tanpa memperlihatkan gejala apapun.

Penyakit hepatitis B adalah jenis penyakit yang tidak menunjukkan gejala berarti. Tak heran bila para penderitanya sama sekali tidak menyadari kalau dirinya telah menderita hepatitis B bahkan bila sudah dalam kondisi kronis sekalipun.

Yang paling sering ditemukan dari penyakit hepatitis B memang tanpa memiliki gejala. Banyak sekali penderita penyakit hepatitis B yang tidak tahu kalau dirinya sudah tertular virus hepatitis B. Beruntung kalau ada pasien yang rajin atau sadar melakukan check-up setiap tahun. Dengan penanganan sejak dini, kemungkinannya untuk menjadi kronis tentu bisa dihindari.

Pada dasarnya, memang sulit untuk menentukan apakah seseorang menderita hepatitis B hanya dari gejalanya. Tentu yang paling valid adalah berdasarkan hasil pemeriksaan darah di laboratorium. Dari hasil laboratorium itulah dapat diketahui dengan pasti bahwa seseorang menderita penyakit tertentu.

Walaupun sulit menentukan seseorang menderita hepatitis B atau tidak, namun ada gejala-gejala yang mungkin hadir pada penderita penyakit hepatitis B meskipun tidak selalu muncul. Gejala-gejala yang mungkin ada seperti kelelahan, penurunan nafsu makan, demam, diare, perubahan warna urin dan feses, mata dan warna kulit yang tampak menguning.

Seseorang akan dinyatakan positif mengalami hepatitis B  bila telah menjalani serangkaian pemeriksaan secara klinis di laboratorium. Pemeriksaan biasanya akan mempertimbangkan sejumlah indikator seperti HBsAg positif (antigen yang menandakan adanya infeksi) atau  kenaikan enzim hati (SGOT dan SGPT).

Sementara itu, seseorang akan dinyatakan mengidap hepatisis B kronik bila ia sudah menderita atau mengidap infeksi selama lebih dari enam bulan.  Infeksi kronis terjadi pada 90% bayi-bayi yang terinfeksi virus hepatitis B dan akan menyebabkan kerusakan pada hati, gagal hati ( pada saat hati sudah tidak berfungsi ) dan kadang-kadang dapat menyebabkan kanker hati pada saat mereka dewasa. Diagnosa juga didasarkan pada adanya HBV DNA (indikasi replikasi virus aktif) dalam serum, kenaikan enzim hati, bukti histologis serta hasil USG yang menunjukkan proses peradangan hati.

Virus Hepatitis B terdapat dalam cairan tubuh seperti darah, air mani dan cairan vagina dari seorang yang terinfeksi. Virus Hepatitis B penyebarannya hanya dapat terjadi ketika cairan tubuh si penderita masuk ke tubuh orang lain. Virusnya dapat ditularkan meskipun jumlah cairan tubuh yang dapat terlihat oleh mata hanya sedikit.

Hal yang harus menjadi perhatian adalah, Anda tidak dapat terinfeksi virus hepatitis B melalui:

  • batuk
  • berpelukan
  • gigitan/sengatan serangga
  • penggunaan bersama kamar mandi dan fasilitas toilet
  • penggunaan bersama peralatan memasak dan peralatan makan
  • kolam renang

Akan tetapi, Hepatitis B dapat ditularkan dengan cara:

  • Melalui penggunaan bersama barang pribadi – seperti pisau cukur, sikat gigi atau barang lainnya yang tercemar darah.
  • Melalui jarum suntik, prosedur pengobatan dan perawatan gigi di negara-negara dimana yang alat-alat nya tidak disterilkan/dibersihkan dengan benar.
  • Melalui transfusi darah khususnya di negara – negara yang tidak memeriksa apakah darah tersebut tercemar virus hepatitis B.
  • Menggunakan peralatan tato yang tidak disterilkan dengan tepat. ini termasuk pembuatan tato kosmetik.