Beda Hepatitis B Akut dan Kronis

Waspada, hepatitis B akut dan kronis merupakan dampak dari adanya infeksi virus hepatitis B. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa siapa saja bisa terkena hepatitis. Termasuk ibu hamil yang selanjutnya dapat menularkan virus ke bayi ketika berlangsung proses persalinan. Hal ini menyebabkan semakin tingginya risiko newborn baby terinfeksi hepatitis B. Karena itu pula direkomendasikan untuk memberi suntikan vaksin hepatitis B dosis pertama kepada bayi yang baru lahir dalam rentang waktu 12 sampai 24 jam pasca kelahiran.

Adapun saat seseorang terkena infeksi virus hepatitis B untuk kali pertama, kondisi ini disebut sebagai infeksi baru atau infeksi akut. Pada umumnya orang yang terkena infeksi akut tidak merasakan adanya gejala awal. Namun, beberapa yang lain merasakan sejumlah gejala mulai dari mual, tubuh yang mudah lemas, demam, dan bagian mata, kulit, serta air seni yang menjadi kuning.

Seiring penyembuhan gejala yang muncul dapat membaik secara bertahap. Beberapa penderita bisa sembuh total, tetapi beberapa penderita lainnya tidak kunjung sembuh hingga jangka waktu 6 bulan. Dalam kondisi ini infeksi yang terjadi disebut infeksi kronis dengan gejala yang lebih ringan. Sehingga tidak heran bila tidak banyak yang menyadari buruknya kondisi lantaran virus sebenarnya masih berkembang di dalam organ hati dan siap merusak. Dari kondisi inilah selanjutnya dikenal hepatitis B akut dan kronis yang memiliki sejumlah perbedaan. Simak ulasan lebih lengkapnya!

Hepatitis B Akut

Hepatitis B akut bisa terjadi dalam rentang waktu hingga 6 bulan, baik disertai gejala maupun tidak. Dimana orang yang terinfeksi virus dapat menularkan kepada orang lain dalam masa infeksi ini. Karenanya dirasa penting untuk setiap orang melakukan pemeriksaan hepatitis B. Terlebih untuk pasangan suami istri beserta anggota keluarga.

Pemeriksaan bisa dilakukan dengan tes darah sederhana. Dari hasil tes darah bisa diketahui ada tidaknya virus hepatitis B di dalam darah. Bila hasil tes menunjukkan negatif, maka perlindungan agar terhindar dari risiko tertular sangat dibutuhkan. Misalnya dengan memberi suntikan vaksin hepatitis B.

Infeksi hepatitis B akut sebenarnya bisa dikenali dari gejala yang muncul.  Sayangnya tidak semua penderita dapat merasakan gejala hepatitis B akut. Adapun gejala yang dimaksud diantaranya:

  • hilang nafsu makan,
  • nyeri otot dan sendi,
  • kemungkinan sakit perut, dan
  • demam ringan.

Beberapa gejala infeksi hepatitis B umumnya berlangsung antara 60 sampai 150 hari pasca infeksi. Dimana beberapa penderita bisa mengalami gejala yang lebih parah. Yakni gejala yang disertai mual, muntah, perut kembung, penyakit kuning atau jaundice yang mesti mendapat pertolongan medis segera dan istirahat total.

Hepatitis B Kronis

Beda hepatitis B akut dan kronis paling jelas adalah masa infeksi. Saat penderita dinyatakan terkena infeksi hepatitis B kronis artinya infeksi virus sudah berlangsung 6 bulan lebih. Kondisi ini terjadi saat sistem imun tubuh gagal mengusir virus hepatitis B yang menyebabkan virus bersarang di dalam hati dan darah setelah infeksi hepatitis B akut.

Adapun perlu diketahui risiko pengembangan infeksi hepatitis B kronis berbanding terbalik dengan usia. Dimana makin muda usia penderita terkena virus hepatitis B untuk kali pertama, maka makin berisiko pula terjangkit infeksi hepatitis B kronis. Pernyataan ini didukung oleh hasil riset berikut:

Dewasa

Orang dewasa berisiko sebesar 10% untuk terinfeksi hepatitis B kronis. Dimana 5 sampai 10 dari 100 dewasa yang terinfeksi akan mengembangkan infeksi ini. .

Anak Usia 1-5 Tahun

Seperti yang disebutkan risiko berbanding terbalik dengan rentang usia. Semakin muda, maka semakin besar risiko infeksi hepatitis. Untuk anak usia 1-5 tahun terdapat risiko sebesar 50% infeksi akan berkembang menjadi hepatitis B kronis.

Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir memiliki resiko paling besar. Persentasenya mencapai 90%. Adapun bila ibu hamil terinfeksi virus hepatitis, maka resikonya akan semakin besar untuk berkembang menjadi hepatitis B kronis.

Perawatan dan Pengobatan Hepatitis B Akut dan Kronis

Mengetahui lebih dini tentang infeksi hepatitis B kronis dirasa lebih baik. Namun, sayangnya tidak banyak penderita merasakan gejala infeksi. Sehingga tidak sedikit yang menerima diagnosis infeksi hepatitis B selang beberapa tahun pasca infeksi. Tentunya kondisi infeksi saat sudah cukup buruk.

Baik penderita infeksi hepatitis B akut dan kronis keduanya berhak mendapat pengobatan terbaik. Hanya saja beda tingkat infeksi, maka beda pula penanganannya. Berikut beberapa upaya perawatan yang cocok untuk penderita hepatitis B akut, yaitu:

Menjaga Pola Makan

Penderita hepatitis B membutuhkan asupan kalori cukup. Sayangnya pada tahap hepatitis akut penderita bisa merasa mual dan muntah yang dapat menurunkan selera makannya. Karenanya penderita sebaiknya menjaga pola makan misalnya dengan fokus pada diet kaya protein. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi organ hati terutama sel-sel parenkim yang mungkin rusak karena diserang virus.

Berbeda dengan penderita yang terinfeksi hepatitis B kronis. Kondisi tahap infeksi ini bisa dibilang lebih parah lantaran berisiko pada komplikasi penyakit hati dalam tingkatan serius. Misalnya sirosis ataupun kanker hati. Meski demikian, beberapa upaya perawatan sederhana masih bisa dilakukan diantaranya:

Merawat Hati

Hal sederhana untuk merawat dan menjaga kesehatan hati bisa dilakukan dengan menjauhi minuman beralkohol dan membatasi atau berhenti merokok. Pasalnya keduanya dapat menyebabkan kerusakan lebih parah pada hati.

Mengonsumsi Makanan Sehat

Penderita hepatitis B harus menjaga diet sehatnya. Makanan yang digoreng atau berminyak sebaiknya dihindari lantaran dapat memperburuk kondisi hepatitis B yang diderita. Lebih baik memperbanyak porsi makanan sehat seperti sayuran.

Kunjungan Rutin

Penderita hepatitis B dapat menjadwalkan kunjungan rutin guna mengetahui perkembangan kondisi hati. Hal ini penting seperlu mengantisipasi penyakit hati serius seperti kanker hati. Karenanya kunjungan yang dilakukan sebaiknya juga mencakup tahap pemeriksaan gejala kanker hati. Kesehatan memang mahal harganya. Menjaga kesehatan pun dirasa lebih bijak daripada mengobati. Karenanya ketahui kondisi kesehatan terkini dengan melakukan check up dan sejumlah tes yang diperlukan. Sekian semoga ulasan tentang beda hepatitis B akut dan kronis di atas bermanfaat.